JAKARTA - Upaya memperkuat ketahanan hunian sementara (huntara) dan pemulihan masyarakat pascabencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, terus dilakukan melalui sinergi antara PT Pertamina Patra Niaga dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Langkah ini diwujudkan dengan mengoperasikan Posko Pengungsi, Medis, dan Bantuan Pertamina Peduli yang berfungsi sebagai pusat layanan terpadu bagi warga terdampak, sekaligus menjadi titik koordinasi lintas sektor agar penyaluran bantuan berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Sinergi Lintas Sektor Percepat Pemulihan Pascabencana
Kolaborasi yang dibangun Pertamina Patra Niaga bersama pemerintah daerah, relawan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dirancang untuk mempercepat proses pemulihan masyarakat. Posko yang berlokasi di Kompleks Masjid At-Taqwa, Meureudu, Pidie Jaya, menjadi simpul koordinasi yang memadukan berbagai layanan, mulai dari kesehatan, logistik, hingga edukasi. Pendekatan terpadu ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan mendesak warga sekaligus menopang pemulihan jangka menengah.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa posko tersebut tidak hanya difokuskan pada penyaluran bantuan, melainkan juga menjadi ruang kolaborasi lintas pihak. “Posko Pertamina Peduli di Pidie Jaya menjadi titik koordinasi bersama pemerintah daerah, relawan, dan Pertamina Group agar penyaluran bantuan dapat berjalan lebih efektif, terkoordinasi, dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujar Fahrougi di Jakarta, Jumat (2 Januari 2026).
Posko Terpadu Jadi Pusat Layanan dan Koordinasi Bantuan
Keberadaan posko terpadu ini memudahkan pengelolaan bantuan sekaligus mempercepat respons terhadap kebutuhan mendesak di lapangan. Berbagai pihak dapat berkoordinasi secara langsung, sehingga distribusi bantuan berjalan efisien dan tidak tumpang tindih. Dalam konteks pascabencana, kecepatan dan ketepatan distribusi menjadi kunci untuk menjaga ketahanan masyarakat serta mencegah munculnya dampak lanjutan, terutama di sektor kesehatan dan kesejahteraan sosial.
Posko ini juga difungsikan sebagai pusat layanan kesehatan dasar, tempat edukasi kebersihan, serta area koordinasi logistik. Dengan pendekatan ini, masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mendapatkan pendampingan dan informasi yang relevan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan selama masa pemulihan.
Bantuan Logistik, Energi, dan Kesehatan Disalurkan Menyeluruh
Melalui posko tersebut, Pertamina Patra Niaga menyalurkan beragam bantuan peralatan dan logistik esensial. Bantuan itu mencakup dua unit tenda untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di Pondok Pesantren Al Bayan, sepatu bot, bohlam dan lampu darurat, gerobak, bak dan sekop sampah, jas hujan, karpet antiselip, serta power supply. Seluruh perlengkapan ini dirancang untuk menunjang aktivitas masyarakat dan menjaga kebersihan lingkungan di lokasi pengungsian.
Untuk mendukung operasional posko dan dapur umum, Pertamina Patra Niaga juga menyalurkan 28 tabung LPG baru dan isi ulang, serta bahan bakar minyak untuk kebutuhan genset di area pengungsian. Bantuan logistik pangan turut disalurkan secara berkala, memastikan ketersediaan kebutuhan dasar warga tetap terjaga. Pada aspek kesehatan, masker, vitamin, dan obat-obatan medis juga didistribusikan guna menjaga daya tahan tubuh dan mencegah penyebaran penyakit.
Selain itu, kebutuhan dasar para pengungsi seperti sandang, peralatan mandi, selimut, dan hygiene kit turut disediakan. Paket bantuan ini dirancang menyeluruh agar warga dapat menjalani masa pemulihan dengan kondisi yang lebih layak dan manusiawi. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan sosial sekaligus mempercepat proses bangkitnya masyarakat dari dampak bencana.
Dukungan Pendidikan dan Psikososial bagi Warga Terdampak
Tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan logistik, Pertamina Patra Niaga juga memberikan perhatian pada pemulihan psikososial, khususnya bagi anak-anak. Melalui koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Universitas Syiah Kuala, dihadirkan layanan kesehatan gratis serta kegiatan trauma healing. Program ini bertujuan membantu anak-anak dan keluarga mengatasi tekanan psikologis pascabencana, sekaligus memulihkan semangat dan rasa aman.
Ketua DKM Masjid At-Taqwa, Hidayat, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Posko Pertamina Peduli. “Kehadiran Pertamina Patra Niaga di titik pengungsian ini membawa banyak perubahan. Selain bantuan logistik, warga juga mendapatkan edukasi pola hidup bersih. Anak-anak dan orang dewasa diberikan contoh langsung untuk menjaga kebersihan guna mencegah penyakit seperti diare dan infeksi kulit,” kata Hidayat.
Di sektor pendidikan, dua tenda yang dialokasikan sebagai ruang belajar sementara memungkinkan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Anak-anak dapat kembali menjalani rutinitas pendidikan formal dan keagamaan, yang berperan penting dalam menjaga stabilitas psikologis serta keberlanjutan proses pembelajaran di tengah kondisi darurat.
Komitmen Keberlanjutan untuk Ketahanan dan Keselamatan Masyarakat
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menegaskan bahwa pendirian Posko Pertamina Peduli di Pidie Jaya merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemulihan masyarakat secara berkelanjutan. Melalui pendekatan terpadu, perusahaan tidak hanya menangani kondisi darurat, tetapi juga memastikan proses pemulihan berjalan terpantau dan terkoordinasi.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat untuk menjaga ketahanan energi sekaligus keselamatan warga pascabencana. Dengan dukungan logistik, kesehatan, pendidikan, serta koordinasi lintas sektor, diharapkan Pidie Jaya dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas sosial ekonomi secara normal.
Ke depan, kolaborasi ini diharapkan menjadi model penanganan pascabencana yang adaptif dan berkelanjutan. Pendekatan terpadu yang menggabungkan bantuan fisik, pemulihan psikososial, dan penguatan kapasitas masyarakat diyakini mampu menciptakan ketahanan jangka panjang, sekaligus memperkokoh peran dunia usaha dalam mendukung pembangunan sosial di wilayah rawan bencana.