Khasiat Kurma

4 Khasiat Kurma Yang Cocok Dikonsumsi Selama Menjalani Puasa Ramadhan

4 Khasiat Kurma Yang Cocok Dikonsumsi Selama Menjalani Puasa Ramadhan
4 Khasiat Kurma Yang Cocok Dikonsumsi Selama Menjalani Puasa Ramadhan

JAKARTA - Bulan Ramadhan selalu identik dengan kehadiran kurma di meja sahur dan berbuka. 

Bukan sekadar tradisi atau anjuran sunnah, konsumsi kurma saat berpuasa ternyata memiliki dasar manfaat kesehatan yang kuat. Buah mungil bercita rasa manis alami ini mampu membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan pola makan selama puasa, sekaligus menjaga energi dan keseimbangan nutrisi harian.

Kurma telah dikonsumsi manusia sejak ribuan tahun lalu, khususnya di wilayah Timur Tengah. Buah yang berasal dari pohon Phoenix dactylifera ini tidak hanya dikenal karena rasanya yang legit, tetapi juga karena kandungan gizinya yang padat.

 Saat puasa, tubuh cenderung mengalami penurunan asupan nutrisi tertentu akibat terbatasnya waktu makan. Dalam kondisi tersebut, kurma menjadi pilihan praktis sekaligus bernutrisi.

Tak heran bila kurma selalu menjadi menu utama berbuka puasa. Kandungan energi yang cepat diserap, vitamin, mineral, serta senyawa aktif di dalamnya menjadikan kurma cocok dikonsumsi untuk memulihkan stamina setelah seharian menahan lapar dan haus. Selain itu, kurma juga fleksibel dikonsumsi saat sahur maupun sebagai camilan sehat.

Lantas, apa saja manfaat kurma yang paling relevan selama bulan Ramadhan? Berikut empat manfaat utama kurma di bulan puasa.

1. Kaya Serat untuk Mendukung Pencernaan Selama Puasa

Saat menjalani puasa, perubahan pola makan sering kali membuat asupan serat harian tidak tercukupi. Konsumsi makanan tinggi karbohidrat sederhana dan rendah serat saat sahur atau berbuka dapat memicu gangguan pencernaan, seperti sembelit dan rasa tidak nyaman di perut.

Dalam kondisi tersebut, kurma berperan penting sebagai sumber serat alami. Satu buah kurma mengandung sekitar 7 gram serat, jumlah yang cukup signifikan untuk membantu memenuhi kebutuhan serat harian tubuh. 

Serat dalam kurma membantu memperlancar sistem pencernaan, menjaga kesehatan usus, serta membantu proses buang air besar tetap teratur.

Sebuah penelitian Trusted Source menunjukkan bahwa 21 orang yang mengonsumsi tujuh buah kurma per hari selama 21 hari mengalami peningkatan frekuensi buang air besar dan tidak mengalami sembelit. Temuan ini menegaskan bahwa kurma dapat menjadi solusi alami untuk menjaga pencernaan tetap sehat selama berpuasa.

2. Pemanis Alami yang Menyehatkan Saat Berbuka

Berbuka puasa dengan makanan manis merupakan anjuran yang umum dilakukan untuk membantu mengembalikan energi tubuh setelah seharian berpuasa. Namun, tidak semua makanan manis memberikan manfaat kesehatan yang baik jika dikonsumsi berlebihan.

Kurma hadir sebagai pemanis alami yang lebih sehat dibandingkan gula tambahan atau makanan olahan manis. Rasa manis pada kurma berasal dari gula alami seperti glukosa dan fruktosa yang dapat diserap tubuh dengan cepat. Hal ini membantu mengembalikan kadar energi tanpa lonjakan gula darah berlebihan jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Selain memberikan energi instan, kurma juga mengandung nutrisi pendukung yang tidak dimiliki oleh pemanis buatan. Oleh karena itu, mengonsumsi kurma saat berbuka puasa bukan hanya mengikuti tradisi, tetapi juga memberikan manfaat fisiologis bagi tubuh.

3. Kaya Vitamin dan Mineral Penunjang Energi

Kurma dikenal sebagai buah dengan kandungan nutrisi yang cukup lengkap. Selama puasa, tubuh membutuhkan asupan vitamin dan mineral yang memadai untuk menjaga metabolisme tetap optimal. 

Kurma mengandung berbagai vitamin dan mineral penting yang berperan dalam menjaga stamina dan kesehatan secara keseluruhan.

Buah ini memiliki kandungan kalori yang relatif tinggi dibandingkan buah kering lainnya, sehingga dapat menjadi sumber energi yang baik. Selain itu, kurma mengandung serat, vitamin, mineral penting, serta sedikit protein yang membantu mendukung fungsi tubuh selama berpuasa.

Kombinasi nutrisi tersebut menjadikan kurma cocok dikonsumsi saat sahur untuk membantu tubuh bertahan lebih lama tanpa asupan makanan, maupun saat berbuka untuk memulihkan energi dengan cepat dan aman.

4. Kaya Antioksidan untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

Manfaat lain dari kurma yang tidak kalah penting adalah kandungan antioksidannya. Kurma merupakan sumber senyawa tanaman pelindung yang memiliki sifat antioksidan, seperti polifenol, karotenoid, dan lignan.

Senyawa-senyawa ini berperan dalam melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, antioksidan dalam kurma telah terbukti membantu mengelola risiko berbagai penyakit kronis.

Selama berpuasa, tubuh mengalami perubahan metabolisme yang dapat meningkatkan stres oksidatif. Konsumsi makanan kaya antioksidan seperti kurma dapat membantu menjaga keseimbangan tersebut, sekaligus mendukung kesehatan jangka panjang.

Kurma bukan sekadar buah pelengkap saat Ramadhan, melainkan sumber nutrisi yang memiliki peran penting dalam mendukung ibadah puasa. Kandungan serat, gula alami, vitamin, mineral, serta antioksidan menjadikan kurma pilihan ideal untuk menjaga energi, pencernaan, dan kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Dengan mengonsumsi kurma secara wajar saat sahur dan berbuka, umat Muslim dapat memperoleh manfaat optimal selama menjalani ibadah puasa. Tak heran jika kurma terus menjadi primadona di bulan Ramadhan, baik dari sisi tradisi maupun manfaat kesehatannya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index