Survei Indikator Politik Ungkap 72,8 Persen Penerima Manfaat MBG Menyatakan Puas Program Pemerintah

Rabu, 11 Februari 2026 | 10:20:48 WIB
Survei Indikator Politik Ungkap 72,8 Persen Penerima Manfaat MBG Menyatakan Puas Program Pemerintah

JAKARTA – Hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa mayoritas penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyatakan puas terhadap pelaksanaan program unggulan pemerintah. Hasil itu mengungkap sebanyak 72,8 persen responden puas, terdiri dari responden yang menilai program itu “sangat puas” maupun “cukup puas”, dalam survei yang berlangsung 15–21 Januari 2026.

Metode Survei dan Profil Responden

Survei yang dirilis lembaga Indikator Politik Indonesia dilakukan dengan wawancara tatap muka terhadap 1.220 warga negara Indonesia yang dipilih secara acak, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar ±2,9 persen. Dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan survei ini bertujuan memetakan tingkat kepuasan publik terhadap program MBG, yang merupakan salah satu program sosial prioritas pemerintah.

Dalam survei tersebut, data menunjukkan adanya klasifikasi tingkat kepuasan responden sebagai berikut: 12,2 persen menyatakan sangat puas, 60,6 persen cukup puas, sementara 19,9 persen merasa kurang puas, dan 4,5 persen tidak puas sama sekali. Ada pula 2,8 persen responden yang tidak menjawab atau tidak tahu soal pertanyaan tersebut.

Respons Publik terhadap Program MBG

Mayoritas responden yang menyatakan puas terhadap program MBG menunjukkan bahwa program ini dirasakan positif oleh banyak warga. Burhanuddin menekankan bahwa meskipun angka kepuasan menunjukkan tren positif, persepsi responden terhadap kualitas program masih sangat mungkin berubah tergantung pada kinerja Badan Gizi Nasional (BGN) dalam memperbaiki pelaksanaan program dan merespons berbagai isu negatif yang muncul.

Ia juga menyoroti peran penting BGN untuk meningkatkan kualitas program sebagai antisipasi terhadap potensi penurunan kepuasan publik. Menurutnya, jika ketidakpuasan meningkat, hal itu berpotensi berdampak pada persepsi publik secara umum terhadap program dan juga kinerja pemerintah.

Perbedaan Kepuasan Antar Kelompok Sosial

Survei Indikator Politik juga mencatat adanya variasi tingkat kepuasan antar berbagai kelompok sosial. Salah satu temuan menarik adalah bahwa generasi Z atau kaum muda menunjukkan tingkat kepuasan yang relatif lebih tinggi dibanding kelompok lainnya. Fakta ini menunjukkan bahwa respons masyarakat terhadap program MBG tidak seragam di seluruh kelompok usia.

Namun, survei juga menyoroti adanya wilayah tertentu seperti Jakarta, yang mencatat proporsi kepuasan lebih rendah dibanding wilayah lain, di mana hanya sekitar sekitar setengah responden di Jakarta yang menyatakan puas. Temuan ini menandakan bahwa pengalaman dan persepsi terhadap program MBG bisa berbeda-beda tergantung latar belakang sosial, wilayah, dan faktor demografis lain.

Implikasi terhadap Penilaian Kinerja Pemerintah
Burhanuddin juga mengaitkan temuan survei ini dengan persepsi publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto, karena MBG merupakan salah satu program andalan pemerintahan saat ini. Menurutnya, tingkat kepuasan terhadap program MBG bisa memengaruhi penilaian publik terhadap kinerja pemerintah secara keseluruhan.

Meskipun demikian, survei juga menemukan kelompok responden yang tidak puas terhadap MBG namun tetap menilai kinerja Presiden secara positif, menunjukkan adanya kompleksitas dalam persepsi publik terhadap program dan kinerja pemerintah. Di sisi lain, seperempat responden yang tidak puas terhadap program MBG cenderung juga tidak puas terhadap kinerja presiden, menyoroti pentingnya terus meningkatkan kualitas pelaksanaan program agar dampaknya terhadap penilaian pemerintahan lebih luas tetap positif.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Selain itu, beberapa pihak menilai bahwa angka kepuasan yang tinggi mencerminkan tingginya kepercayaan publik terhadap program sosial pemerintah yang langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat, sekalipun masih ada sejumlah responden yang merasa belum sepenuhnya puas. Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung, menanggapi hasil survei ini dengan optimisme, mengatakan bahwa masyarakat yang merasakan manfaat program merupakan indikasi keberhasilan awal pelaksanaan MBG. Ia juga mengharapkan dukungan masyarakat untuk terus memberi masukan dan mengawasi program MBG agar manfaatnya semakin optimal.

Pentingnya pengawasan masyarakat terhadap program ini juga ditekankan sebagai upaya memperkuat akuntabilitas pelaksanaan MBG di lapangan. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat diharapkan dapat membantu perbaikan kualitas program dari waktu ke waktu.

Secara keseluruhan, hasil survei tersebut menunjukkan bahwa mayoritas warga yang menjadi responden menilai program MBG sebagai upaya yang berdampak positif dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, meskipun masih ada tantangan dalam hal kualitas pelaksanaan yang perlu terus diperbaiki.

Terkini