Pelita Jaya Tetap Waspada Meski Raih Tujuh Kemenangan Beruntun di Liga Basket IBL

Senin, 09 Februari 2026 | 10:56:02 WIB

JAKARTA – Rekor tak terkalahkan bukan alasan untuk lengah. Itu yang dikatakan oleh Pelita Jaya Basketball Jakarta setelah tim ini berhasil mencetak tujuh kemenangan beruntun di awal musim Indonesian Basketball League (IBL) 2026. Prestige dan performa gemilang memang menjadi sorotan, tetapi manajemen serta pemain Pelita Jaya menegaskan bahwa ini belum menjamin gelar juara musim ini. Fokus penuh harus tetap dijaga di setiap pertandingan yang tersisa.

Dominasi Pelita Jaya di Awal Musim IBL 2026

Pelita Jaya Basketball Jakarta membuka musim kompetisi dengan performa mengesankan. Mereka berhasil menyapu bersih tujuh pertandingan awal tanpa sekalipun merasakan kekalahan. Kemenangan demi kemenangan itu mengokohkan posisi mereka sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan di liga musim ini.

Dalam performa impresif tersebut, kolaborasi antara pemain asing dan lokal menjadi kunci utama keberhasilan Pelita Jaya. Tiga pemain asing — Jeff Withey, Amorie Archibald, dan Darious Moten — tampil konsisten dan memberikan kontribusi besar untuk tim. Perpaduan kemampuan ini seakan menjadi mesin utama yang menggerakkan roda kemenangan Pelita Jaya di setiap laga.

Sementara itu, pemain lokal seperti Andakara Prastawa Dhyaksa, Agassi Goantara, dan Hendrick Xavi Yonga juga ikut bermain gemilang, membuktikan bahwa tim ini punya kedalaman skuat yang kuat baik dari sektor pemain asing maupun lokal. Semua ini menunjukkan keseimbangan yang sangat penting dalam mempertahankan tren kemenangan mereka.

Pesan Manajemen: Kemenangan Bukan Segalanya

Meski berada di puncak klasemen dan mengumpulkan kemenangan demi kemenangan, manajemen Pelita Jaya memilih untuk tidak berpuas diri. Presiden Pelita Jaya, Andiko Ardi Purnomo, menegaskan bahwa prestasi awal ini bukan jaminan kesuksesan di akhir musim.

Andiko berharap agar seluruh pemain timnya tetap rendah hati dan fokus, serta tidak terlena dengan catatan kemenangan yang panjang. Menurutnya, sikap jemawa justru bisa berdampak negatif terhadap performa tim di pertandingan berikutnya.

“Kami berupaya untuk terus fokus setiap laga. Kadang tidak terkalahkan membuat kami terlena sehingga kami tidak mau hal tersebut terjadi,”
ujar Andiko yang akrab disapa Diko saat dihubungi media.

Kalimat ini menunjukkan bahwa Pelita Jaya mengambil pendekatan yang matang: bukan hanya mengejar kemenangan, tetapi juga menjaga konsistensi dan disiplin mental, karena di liga kompetitif seperti IBL, segala sesuatu bisa berubah kapan saja.

Pertandingan Terakhir: Kemenangan Tipis Lawan RANS Simba Bogor

Kemenangan terakhir yang dicatatkan Pelita Jaya dalam rekor tujuh laga tak terkalahkan datang dari laga melawan RANS Simba Bogor. Pertandingan yang digelar di Gymnasium Vokasi IPB pada Sabtu (7/2) itu berjalan sangat ketat.

Skor akhir pertandingan tersebut hanya 73–72 untuk keunggulan Pelita Jaya. Hasil ini menggambarkan bagaimana setiap pertandingan di IBL bisa berlangsung sangat kompetitif dan penuh tekanan. Bahkan bagi tim yang sedang dalam tren positif sekalipun, setiap poin sangat berharga dan harus diperjuangkan sampai detik terakhir.

Kemenangan tipis ini sekaligus menjadi bukti bahwa kekuatan tim lawan tetap harus dihormati, dan Pelita Jaya sendiri tidak boleh menganggap enteng setiap lawan yang dihadapi.

Peran Pemain Kunci dalam Tren Positif Pelita Jaya

Salah satu kekuatan Pelita Jaya musim ini terletak pada keseimbangan antara pemain asing dan lokal. Di lini depan, Jeff Withey memainkan peran penting dengan kehadirannya di area paint, sementara Amorie Archibald dan Darious Moten memberikan kontribusi besar dalam hal poin maupun assist.

Di sisi lain, andalan lokal seperti Andakara Prastawa Dhyaksa dan Agassi Goantara menunjukkan konsistensi serta karakter permainan yang matang. Kombinasi ini membuat Pelita Jaya tidak hanya tampil dominan secara statistik, tetapi juga menunjukkan harmoni permainan yang kuat sebagai tim.

Formasi ini menghadirkan variasi serangan, serta kemampuan bertahan yang solid, sehingga membuat tim ini sangat sulit untuk ditaklukkan lawan. Meski begitu, pemain Pelita Jaya dituntut terus mengevaluasi performa mereka agar tidak kehilangan momentum di laga-laga berikutnya.

Target Musim: Lebih dari Sekadar Rekor

Meskipun Pelita Jaya saat ini memimpin klasemen IBL 2026 dengan catatan tak terkalahkan, manajemen tim tetap realistis. Mereka sadar bahwa musim kompetisi masih panjang dan tidak semua laga akan mudah. Prestasi saat ini menjadi fondasi awal, tetapi bukan tujuan akhirnya.

Tim asuhan David Singleton ini menargetkan kesuksesan jangka panjang, termasuk memperebutkan gelar juara pada akhir musim. Namun untuk mencapai itu, segala hal — dari strategi taktik hingga kondisi mental pemain — harus terus dikembangkan.

Dengan sikap rendah hati, fokus penuh, serta dukungan skuat yang seimbang, Pelita Jaya berpotensi mempertahankan tren positif mereka dan bahkan menjadi pesaing utama gelar juara di IBL 2026.

Terkini