PLN Perluas Jaringan SPKLU 4.655 Unit demi Mobilitas EV Nasional

Senin, 09 Februari 2026 | 09:43:53 WIB

JAKARTA - PT PLN (Persero) mencatat perkembangan penting pada tahun 2025, yakni lonjakan jumlah infrastruktur pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang dioperasikan di seluruh Indonesia. Sepanjang 2025, PLN bersama mitra berhasil menghadirkan 4.655 unit SPKLU di berbagai lokasi strategis di Tanah Air, angka ini meningkat sekitar 44 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 3.223 unit.

Lonjakan ini tidak hanya berupa jumlah perangkat pengisian, tetapi juga diperkuat oleh perluasan wilayah layanan yang signifikan. Hingga akhir 2025, SPKLU telah beroperasi di 3.007 titik, meningkat drastis dari 2.192 lokasi pada 2024. Percepatan peluncuran ini mencerminkan respons PLN terhadap permintaan konsumen kendaraan listrik yang terus bertambah — sebuah langkah yang relevan dengan target pemerintah dalam mempercepat transisi energi di sektor transportasi.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa perluasan jaringan SPKLU adalah bagian dari komitmen strategis perseroan untuk menjadikan infrastruktur charging kendaraan listrik makin mudah diakses masyarakat. “Dengan ketersediaan SPKLU yang semakin masif dan merata, kami ingin memberikan rasa aman serta kenyamanan bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik,” ujarnya.

Fokus pada Kualitas dan Teknologi Pengisian Listrik

Selain kuantitasnya, PLN juga menempatkan perhatian serius pada peningkatan kualitas layanan teknologi pengisian daya. Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menyampaikan bahwa selain memperluas jumlah SPKLU, PLN terus melakukan pemutakhiran teknologi yang tersedia.

Hingga 2025, jumlah SPKLU berdasarkan kategori teknologi meliputi:

633 unit Ultra Fast Charging (UFC)

482 unit Fast Charging

2.681 unit Medium Charging

859 unit Standard Charging

Ketersediaan berbagai tipe pengisian ini penting untuk menjawab kebutuhan beragam pengguna kendaraan listrik, mulai dari mereka yang menginginkan pengisian cepat di perjalanan jauh hingga pengguna harian yang membutuhkan opsi pengisian yang lebih ekonomi dan praktis.

Menurut Adi, peningkatan teknologi ini diharapkan dapat mereduksi range anxiety — ketakutan akan kehabisan daya ketika berkendara — sehingga publik lebih percaya diri menggunakan kendaraan listrik dalam mobilitas sehari-hari maupun perjalanan jauh.

Tren Layanan Home Charging yang Menanjak

Perluasan SPKLU dilakukan di sisi layanan publik, namun PLN juga mencatat tren positif pada layanan pengisian kendaraan listrik di rumah atau Home Charging Services (HCS). Hingga akhir 2025, jumlah pelanggan layanan HCS melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Tercatat, 70.250 pelanggan telah memanfaatkan layanan HCS, naik pesat dari 32.215 pelanggan di 2024. Lonjakan ini didorong oleh sejumlah stimulus dari PLN, termasuk:

Potongan 50 persen biaya pemasangan baru atau tambah daya

Diskon tarif listrik 30 persen pada jam malam (22.00–05.00 WIB), berlaku hingga Juni 2026

Program-program ini merupakan bentuk strategi PLN untuk menjembatani kebutuhan konsumen kendaraan listrik, khususnya mereka yang lebih memilih kenyamanan isi ulang di rumah dan ingin menekan biaya operasional kendaraan listrik mereka.

Dampak pada Mobilitas dan Perilaku Pengguna EV

Perluasan SPKLU dan layanan HCS yang masif sejatinya berdampak langsung terhadap pengalaman pengguna kendaraan listrik di Indonesia. Infrastruktur yang tersebar luas memberikan rasa aman kepada pengemudi EV untuk melakukan perjalanan jauh tanpa kekhawatiran bahwa mereka tak akan menemukan stasiun pengisian.

Selama periode besar seperti Lebaran 2025, penggunaan kendaraan listrik pun semakin terlihat. Data PLN mencatat transaksi pengisian daya naik tajam hingga hampir 5 kali lipat dibanding periode Lebaran sebelumnya, menunjukkan bahwa masyarakat kini semakin nyaman memanfaatkan kendaraan listrik dalam mobilitas perjalanan panjang mereka.

Selain itu, persiapan infrastruktur juga dilakukan secara strategis pada titik-titik rest area sepanjang jalur utama seperti Trans Sumatra dan Jawa. Hal ini sangat penting mengingat titik-titik strategis tersebut merupakan rute favorit bagi para pemudik. PLN bahkan memadukan infrastruktur fisik dengan layanan digital dalam aplikasi PLN Mobile untuk membantu pengguna merencanakan rute perjalanan dan lokasi pengisian daya yang tersedia.

Menatap Masa Depan Ekosistem Kendaraan Listrik

Langkah PLN dalam memperluas jaringan SPKLU selaras dengan tren pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, penjualan kendaraan listrik terus meningkat signifikan, yang secara tidak langsung menuntut kesiapan infrastruktur charging yang handal.

Ketersediaan SPKLU yang tersebar di lebih dari 3.000 lokasi di seluruh negeri menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menyambut era mobilitas listrik yang lebih luas. Ini juga merupakan bentuk respons terhadap target pemerintah dalam menekan emisi karbon di sektor transportasi serta mempercepat transisi energi nasional.

Dengan kombinasi antara jaringan pengisian publik yang lebih merata dan layanan pengisian di rumah yang semakin populer, PLN memposisikan dirinya sebagai garda terdepan dalam mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik. Inisiatif ini tidak hanya membantu mendorong adopsi EV yang lebih luas, tetapi juga memperkuat fondasi Indonesia dalam transformasi energi yang berkelanjutan.

Terkini