MINDID

MIND ID Dinilai Jadi Tolok Ukur Nasional Budaya Keselamatan Kerja Tambang Indonesia

MIND ID Dinilai Jadi Tolok Ukur Nasional Budaya Keselamatan Kerja Tambang Indonesia
MIND ID Dinilai Jadi Tolok Ukur Nasional Budaya Keselamatan Kerja Tambang Indonesia

JAKARTA - Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sektor pertambangan kini tidak lagi dipandang semata sebagai kewajiban administratif, melainkan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan industri. Dalam konteks ini, Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, dinilai berhasil menempatkan diri sebagai barometer nasional dalam membangun dan menguatkan budaya K3 yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Penilaian tersebut disampaikan oleh pengamat keselamatan kerja tambang yang menilai transformasi sistem K3 di lingkungan Grup MIND ID telah melampaui standar kepatuhan dasar.

Integrasi Standar Nasional dan Internasional

Penguatan K3 di lingkungan MIND ID dilakukan melalui integrasi Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) Minerba dengan standar internasional ISO 45001. Langkah ini dinilai mampu menciptakan sistem yang lebih komprehensif, terukur, dan selaras dengan praktik global. Co-Founder A+ CSR Indonesia, Jalal, menilai pendekatan integratif tersebut menghasilkan dampak nyata dalam menurunkan tren Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR) secara konsisten di lingkungan kerja tambang.

Menurut Jalal, bagi perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) berskala menengah, MIND ID dapat menjadi rujukan utama dalam membangun budaya K3. Ia menekankan bahwa penerapan keselamatan kerja di grup ini tidak hanya bersifat prosedural, melainkan telah menjadi nilai inti yang membentuk perilaku kerja sehari-hari. Dengan pendekatan tersebut, budaya keselamatan tidak berhenti pada kepatuhan, melainkan berkembang menjadi kesadaran kolektif seluruh insan perusahaan.

Peran Teknologi dalam Mitigasi Risiko

Transformasi K3 di lingkungan MIND ID juga ditopang oleh pemanfaatan teknologi digital dan adopsi Internet of Things (IoT). Jalal menilai teknologi ini tidak sekadar menjadi simbol modernisasi, tetapi benar-benar diintegrasikan dalam strategi mitigasi risiko kecelakaan kerja. Sensor pintar, pemantauan real-time, serta sistem peringatan dini menjadi instrumen penting untuk menekan potensi bahaya di area tambang.

Pemanfaatan teknologi tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan akurasi pemantauan kondisi kerja serta mempercepat respons terhadap situasi darurat. Hal ini sekaligus memperkuat sistem pengambilan keputusan berbasis data, sehingga manajemen dapat melakukan tindakan pencegahan secara lebih presisi. Menurut Jalal, pendekatan berbasis teknologi ini menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan MIND ID dalam membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan.

Praktik Terbaik di Tambang Bawah Tanah Freeport

Salah satu contoh konkret penerapan K3 berteknologi tinggi di lingkungan MIND ID terdapat pada operasional tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia (PTFI). Jalal menyebut PTFI sebagai “laboratorium tambang” yang menerapkan teknologi mitigasi risiko tingkat lanjut. Di lokasi ini, pemantauan aktivitas geologi dilakukan secara real-time untuk mendeteksi potensi runtuhan dan pergerakan massa batuan.

Teknologi seismic monitoring digunakan untuk memprediksi potensi terjadinya rockburst, sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan lebih dini. Dengan pendekatan tersebut, risiko kecelakaan akibat runtuhan dapat ditekan secara signifikan. Jalal menilai praktik ini menunjukkan bahwa keselamatan kerja dapat berjalan seiring dengan produktivitas, bahkan saling memperkuat.

Budaya Keselamatan sebagai Daya Saing Global

Lebih jauh, Jalal menegaskan bahwa budaya K3 yang kuat akan berdampak langsung pada peningkatan daya saing global industri pertambangan Indonesia. Di tengah persaingan internasional yang semakin ketat, aspek keselamatan kerja menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kredibilitas dan keberlanjutan sebuah perusahaan.

Dengan menjadi anggota International Council on Mining and Metals (ICMM), MIND ID membawa standar global ke dalam praktik operasional domestik. Keanggotaan ini mendorong perusahaan untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan, baik dari sisi teknologi, sumber daya manusia, maupun sistem manajemen. Menurut Jalal, komitmen ini menempatkan MIND ID sebagai pionir dalam transformasi budaya keselamatan di sektor pertambangan nasional.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meski demikian, tantangan penerapan K3 di industri tambang Indonesia masih cukup besar. Kompleksitas operasi, kondisi geografis yang ekstrem, serta variasi tingkat kepatuhan di berbagai daerah menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian serius. Dalam konteks ini, keberhasilan MIND ID diharapkan dapat menjadi katalis bagi perusahaan tambang lain untuk melakukan transformasi serupa.

Jalal menilai diperlukan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku industri, akademisi, hingga masyarakat, untuk membangun ekosistem K3 yang kokoh. Regulasi yang tegas, pengawasan yang konsisten, serta edukasi berkelanjutan menjadi elemen penting dalam memastikan implementasi K3 berjalan efektif.

Ke depan, penerapan teknologi mutakhir, penguatan kompetensi tenaga kerja, serta pembaruan sistem manajemen diharapkan dapat semakin meningkatkan standar keselamatan kerja di sektor pertambangan. Dengan langkah-langkah tersebut, industri tambang nasional tidak hanya mampu menjaga keberlanjutan operasional, tetapi juga memberikan perlindungan maksimal bagi para pekerja.

Komitmen MIND ID dalam Membangun Masa Depan Tambang Berkelanjutan

Sebagai holding industri pertambangan, MIND ID berkomitmen menjadikan keselamatan kerja sebagai bagian integral dari strategi bisnis jangka panjang. Transformasi budaya K3 yang telah dilakukan menjadi bukti bahwa keselamatan dan produktivitas bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan.

Dengan menjadikan keselamatan sebagai prioritas, MIND ID tidak hanya melindungi aset manusia, tetapi juga memperkuat reputasi industri pertambangan Indonesia di mata dunia. Upaya ini diharapkan mampu mendorong terciptanya praktik pertambangan yang lebih bertanggung jawab, berdaya saing, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index