Bantuan Sapi

Prabowo Alokasikan Bantuan Sapi Rp50 Juta per Desa Terdampak Aceh

Prabowo Alokasikan Bantuan Sapi Rp50 Juta per Desa Terdampak Aceh
Prabowo Alokasikan Bantuan Sapi Rp50 Juta per Desa Terdampak Aceh

JAKARTA - Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, pemerintah pusat memastikan hadir memberikan dukungan nyata bagi masyarakat Aceh yang terdampak bencana. 

Presiden Prabowo Subianto menyetujui penyaluran bantuan khusus berupa anggaran pengadaan sapi meugang bagi desa-desa terdampak bencana di provinsi tersebut.

Kebijakan ini menjadi bentuk perhatian terhadap kondisi sosial masyarakat sekaligus upaya menjaga keberlangsungan tradisi keagamaan yang telah mengakar kuat di Aceh.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan bahwa bantuan tersebut dialokasikan sebesar Rp50 juta per desa. 

Dana itu ditujukan untuk pengadaan sapi yang akan digunakan dalam tradisi meugang, sebuah ritual masyarakat Aceh menyambut Ramadhan dengan memotong hewan ternak dan berbagi daging kepada keluarga serta warga sekitar.

Kebijakan ini dinilai penting karena bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh telah berdampak pada perekonomian masyarakat, termasuk kemampuan mereka memenuhi kebutuhan tradisi keagamaan menjelang Ramadhan.

Persetujuan Presiden Disampaikan Langsung kepada Pemerintah Aceh

Fadhlullah mengungkapkan bahwa persetujuan bantuan sapi meugang tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada pekan sebelumnya. Kepastian itu disampaikan Presiden sebagai respons atas usulan yang diajukan oleh Pemerintah Aceh terkait kondisi desa-desa terdampak bencana.

"Respon dari Pak Presiden minggu lalu sudah setuju memberikan sapi meugang kepada daerah terdampak. Anggarannya Rp50 juta per desa," kata Wagub Fadhlullah.

Pernyataan tersebut disampaikan Fadhlullah kepada awak media usai memimpin rapat koordinasi penyaluran daging meugang bagi masyarakat terdampak bencana Aceh. 

Rapat tersebut digelar di Kantor Gubernur Aceh dan dihadiri oleh sejumlah pihak terkait untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran dan sesuai ketentuan.

Usulan pemberian bantuan sapi meugang sebelumnya disampaikan oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Pemerintah pusat kemudian memberikan respons positif dan memastikan realisasi bantuan menjelang bulan puasa.

Sebanyak 1.455 Desa Terdampak Bencana Jadi Sasaran Bantuan

Berdasarkan hasil verifikasi terakhir pemerintah daerah, terdapat 1.455 desa di Aceh yang ditetapkan sebagai desa terdampak bencana. Seluruh desa tersebut dipastikan akan menerima bantuan sapi meugang dari Presiden Prabowo Subianto.

"Desa yang ditetapkan terkena bencana 1.455 desa. Itu lah yang akan mendapatkan sapi meugang sebelum bulan puasa ini," ujar Fadhlullah.

Setiap desa memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp50 juta. Anggaran tersebut ditetapkan sebagai patokan harga sapi tertinggi yang dapat digunakan untuk pengadaan hewan ternak. 

Penetapan harga maksimal ini dimaksudkan agar pemerintah daerah memiliki fleksibilitas dalam menyesuaikan pembelian sapi sesuai kondisi pasar di masing-masing wilayah.

Dengan jumlah desa penerima yang cukup besar, bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus menjaga semangat kebersamaan menjelang Ramadhan.

Skema Penyaluran Dana Diserahkan ke Pemerintah Daerah

Fadhlullah menjelaskan bahwa bantuan dari Presiden Prabowo tidak disalurkan dalam bentuk sapi secara langsung. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk dana tunai yang akan ditransfer ke rekening pemerintah kabupaten dan kota.

"Bantuan (sapi meugang) Presiden dalam bentuk uang. Kami memastikan nanti uang dikirimkan ke kabupaten/kota," kata Fadhlullah.

Selanjutnya, pemerintah kabupaten dan kota bertanggung jawab atas teknis pembelian sapi, pengelolaan anggaran, serta pendistribusian daging kepada masyarakat desa terdampak. 

Pemerintah Aceh menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar mekanisme penyaluran berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah diberikan kewenangan penuh untuk menentukan jumlah sapi yang dibeli dan pola pembagian daging, dengan mempertimbangkan kondisi wilayah serta jumlah warga penerima manfaat.

Harga Sapi dan Ketersediaan Ternak Jelang Tradisi Meugang

Terkait kecukupan anggaran, Fadhlullah menilai bahwa Rp50 juta per desa tergolong mencukupi. Ia menegaskan bahwa harga sapi di daerah umumnya tidak mencapai angka tersebut. Bahkan, dengan patokan harga maksimal Rp50 juta, satu desa berpotensi mendapatkan lebih dari satu ekor sapi.

"Patokan pusat memberikan harga sapi tertinggi, Rp50 juta itu bisa beli dua, tapi teknis penyalurannya di kepala daerah semua. Maka kami juga terus berkoordinasi dengan pusat bagaimana teknisnya," ujar Fadhlullah.

Mengenai ketersediaan sapi menjelang meugang, Fadhlullah memastikan stok hewan ternak masih tersedia meski sebagian ternak di Aceh sempat terdampak banjir. 

Ia menyebutkan bahwa setiap menjelang tradisi meugang, pasokan sapi biasanya juga didatangkan dari luar Aceh untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Saya rasa di daerah kita masih ada sapi juga, biasanya saat meugang datang sapi dari luar ke Aceh. Solusinya kita pikirkan nanti, sekarang yang penting anggaran sudah tersedia," ucapnya.

Tradisi meugang sendiri merupakan kebiasaan turun-temurun masyarakat Aceh yang dilaksanakan satu hingga dua hari sebelum Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha.

Tradisi ini bukan sekadar konsumsi daging, tetapi simbol rasa syukur, kebersamaan, serta identitas budaya dan religius masyarakat Aceh.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index